Mahasiswa Pascasarjana Program Studi pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan telah mengadakan seminar sehari bertajuk Lingkungan Hidup dengan Tema : " Ubah Perilaku dan Cegah Kerusakan Lingkungan " Kegiatan dilaksanakan Rabu 19 Nopember 2008, dengan pembicara : Dr. Soni Keraf, Prof. Dr. dr. Ascobat Gani, Dr. Kebamoto dan Prof. Dr. Arjana.Masing-masing pembicara menyoroti pemanasan global dan kerusakan lingkungan saat ini disebabkan oleh karena adanya perilaku manusia dan introduksi aktivitas manusia yang kuang bertanggungjawab terhadap lingkungan hidupnya.
Adapun rumusan hasil dari pelaksanaan seminar sehari terkait lingkungan hidup yang diselenggarakan oleh Program Pasca Sarjana Universitas Nusa Cendana Kupang Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, dengan tema : “Ubah Perilaku Cegah Kerusakan Lingkungan”, yang terdiri dari point-point sebagai berikut :
1. Arah dan kebijakan daerah perlu berbasis tata ruang dan lingkungan hidup dimana kebijakan pembangunan perlu melibatkan berbagai komponen baik pemerintah, pakar lingkungan dan masyarakat. Manusia dengan daya saing yang tinggi perlu didukung oleh lingkungan yang baik, sehingga dituntut perilaku yang yang baik dari aparatur dalam pelaksanaan pembangunan di NTT.
2. Dampak aktifitas manusia dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan yaitu berupa dampak pemanasan global sebagai akibat dari meningkatnya gas rumah kaca. Hal yang dapat dilakukan sehubungan dengan perilaku masyarakat adalah mengubah gaya hidup sejak kecil misalnya dalam hal konsumsi energi, kebiasaan menanam pohon, berjalan kaki dan sebagainya.
3. Mutu hidup manusia ditentukan oleh mutu lingkungan hidup. Manusia akan memiliki mutu hidup yang baik jika didukung oleh lingkungan yang baik yaitu berhubungan dengan kesehatan masyarakat. Kesehatan masyarakat akan ditopang oleh apa yang dikonsumsi masyarakat, dengan demikian maka perlu adanya gerakan “semesta” diversifikasi pangan secara komprehensif dengan didukung oleh pemerintah berupa sebuah master plan yang disepakati bersama pemerintah kota/ kabupaten. Untuk meningkatkan kesejahteraan maka diperlukan perubahan sistem ekonomi. Perubahan sistem tersebut dapat menggunakan konsep “rumput dan harimau”.
4. Global warming merupakan hal yang penting tetapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana tindakan kita dalam melakukan hal-hal kecil yang berhasil besar dalam menjaga lingkungan dan mensejahterakan masyarakat.
5. Gerakan menjaga lingkungan dapat dilakukan dalam 2 cara gerakan massal yaitu dengan penghijauan, reboisasi, terasering, menghindari pembakaran, mencegah illegal logging, illegal minning, illegal fishing, updating data atau foto udara lingkungan. Dalam jangka panjang dapat dilakukan dengan cegah tradisi membakar, gerakan cinta lingkungan melalui pendidikan lingkungan yaitu pendidikan nilai, prakarsa semua pihak dengan minimal tindakan lokal.
Pendidikan nilai menghasilkan sikap kognitif yang kemudian dengan kognitif yang baik maka lahirkah sikap afektif
Apakah yang harus dimaknai dari hasil seminar ini untuk generasi muda saat ini? generasi muda diharapkan untuk berpikir secara inklusif dengan melihat lingkungan hidupnya sebagai bagian dari kehidupannya untuk dijaga demi keberlanjutan pembangunan yang dilaksanakan. Satu yang ditempuh adalah melalui pendidikan nilai mulai dari tingkat sekolah dasar sampai pada perguruan tinggi untuk menciptakan manusia yang mempunyai perilaku peduli pada lingkungan sehingga kerusakan lingkungan yang saat ini menjadi isu pokok lingkungan hidup dapat diminimalisir untuk kemakmuran rakyat.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar